Silsilah Keluarga Besar Setrodjojo dan Djojosastro

Oleh: R. Dwi Kuntjoro Ganef Purwantomo (Gagan)

Keluarga besar Setrodjojo berakar di Desa Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah. Berpangkal pada Kakek/ buyut/ canggah Setrodjojo, yang menikah dengan Nenek/ buyut/ canggah Katidjah, terbentuk suatu aliran keluarga besar yang menyebar ke segala penjuru, baik di Indonesia maupun di manca negara.

Kadang sudah menjadi sebuah teka-teki tersendiri untuk mencari posisi yang tepat dalam keluarga besar Setrodjojo. Alur yang panjang dan cabang aliran yang terlampau banyak, menyulitkan untuk melacak kembali hubungan satu anggota keluarga dengan lainnya. Penyebaran yang luas juga semakin merenggangkan jalinan keluarga, yang pada akhirnya membuat anggota tak mengenal keluarga satu akar.

Silsilah ini dibuat untuk mempermudah pengenalan antar anggota keluarga dan membawa mereka kembali kepada akarnya.

 

 Oesoep Djojosastro

Buyut Oesoep adalah putra tertua Canggah Setrodjojo. Beliau menjabat sebagai lurah Desa Ngampin. Menikah dua kali dan memiliki 11 putra-putri, yaitu 6 orang (5 putra dan 1 putri) dari istri pertama, Buyut Amini, dan 5 orang (1 putra dan 4 putri) dari istri kedua, Buyut Soenirah.

 

 

 

 

Oesoep Djojosastro – Amini (Garwa 1)

Dalam perkembangannya, keturunan dari istri pertama sering disebut sebagai Keluarga Lor, karena sebagian besar tinggal di sebelah utara jalan raya yang memotong Desa Ngampin.

Keluarga Lor kemudian terbagi lagi dalam beberapa sebutan, yaitu Keluarga Kulon menjadi sebutan keluarga Mbah Triworo (Mbah Guru) karena tinggal di Ngampin Kulon. Keluarga Wetan untuk menyebut keluarga Mbah Tajib (Mbah Carik) karena tinggal di bagian paling timur Ngampin. Sedang Keluarga Tengah untuk menyebut keluarga Mbah Aminkanapi (Mbah Klerk) karena tinggal di tengah, diantara Mbah Triworo dan Mbah Tajib. Mbah Soerjati menikah dengan Mbah Soemohadidjojo yang tinggal dan menjadi lurah di Sumowono. Sedangkan Mbah Sriwahono (Mbah Tjik) tinggal di Desa Tlogo-Kecamatan Jambu.

 

Oesoep Djojosastro – Soenirah (Garwa 2)

Keturunan dari istri kedua Buyut Djojosastro sering disebut sebagai Keluarga Kidul, karena sebagian tinggal di sebelah selatan jalan raya yang memotong Desa Ngampin. 

Putra-putrinya menyebar ke beberapa wilayah sekitar Ambarawa, hanya Mbah Moestakimah (Mbah Wir) dan Mbah Broto yang tetap tinggal di Desa Ngampin. Mbah Soewidji menikah dengan Mbah Carik di Desa Bedono sehingga disebut juga Mbah Carik Bedono. Mbah Soemjak (Mbah Pratik) tinggal di Desa Candi-Ungaran dan disebut sebagai Mbah Candi. Sedangkan Mbah Artini (Mbah Parman) tinggal di Pringsurat sehingga kadang disebut sebagai Mbah Pringsurat.

,

Mbah Oesoep meninggal dan dimakamkan di pemakaman Penggung-Desa Ngampin, bersebelahan dengan makam kedua istrinya.

(*)

Bagan Silsilah, klik link berikut ini :