Ngampin : Beberapa Sumber Air

Ngampin : Beberapa Sumber Air

Oleh : Dwi Kuntjoro GP (Gagan)

Sumber Kaliguwo

Kaliguwo adalah salah satu dari beberapa sumber air penting di Desa Ngampin. Letaknya di bagian utara Desa yang berbatasan dengan Desa Kintelan. Ketinggian tempatnya sekitar 585 m dari permukaan laut. Lahan yang menjadi sumber air merupakan hak milik dari Mbah Triworo Djojosastro.

Air Kliguwo mengalir kedalam Kali Soko yang menjadi batas antara Desa Ngampin dengan Desa Kintelan di bagian utara, dan batas dengan Desa Gondoriyo di bagian barat. Kali ini bermuara ke Kali Torong yang akhirnya masuk ke dalam Rawa Pening. Dalam perjalanan, airnya menjadi sumber pengairan lahan sawah di bagian selatan desa Ngampin dan Gondoriyo, Ngablak, Pojoksari dan Demakan. Masyarakat juga memanfaatkannya menjadi sumber air keperluan rumah tangga, terutama untuk daerah Dukuh Lonjong dan sekitarnya. Keluarga Mbah Triworo dan Mbah Aminkanapi mengalirkan airnya dengan menggunakan pipa bambu dan paralon. Walaupun harus mengeluarkan biaya besar, tetapi tetap “kurup” alias “worth it”, karena airnya tetap lancar mengalir walaupun musim kemarau panjang. Kecuali…ada yang ‘tangan panjang’, menyabotase dengan memindahkan aliran pipa.

Sumber Penggung

Sumber Penggung terletak di kaki bukit tempat makam keluarga Djojosastro (Penggung) berada. Letaknya hanya sekitar 50 m dari jalan raya dengan ketinggian tempat sekitar 485 dari permukaan laut. Kolamnya pasti dilalui apabila berjalan kaki hendak ke makam lewat sawah Penggung. Timbulnya di lahan yang dahulu milik Mbah Tjarik yang kemudian dijual ke Pak Gondo, dan sudah berpindah tangan lagi sampai sekarang. Sumber ini termasuk agak besar, dahulu dijadikan lahan usaha oleh Mbah Tjarik dengan menanam kangkung di kolamnya. Airnya menjadi sumber pengairan utama untuk sawah di sekitarnya dan tidak pernah kering. Kolamnya juga sering menjadi kolam renang cucu-cucu Mbah Tjarik, terutama Gagan dan Afiat, pada waktu membantu Mbok Mumbuk dan Wo Wongso panen kangkung. Tetapi hati-hati, lumpurnya agak nge-mbel, istilah Jawa untuk sawah berlumpur dalam.

Seperti air dari sumber Kaliguwo, air dari sumber Penggung mengalir kedalam Kali Soko dan Rawa Pening.

Sumber Glagah Ombo dan Seneng

Sumber air lain adalah yang terletak di Dukuh Glagah Ombo dan Dukuh Seneng. Sumber Glagah Ombo keluar dari lahan bekas milik MbahTajib (Mbah Carik) yang dijual kepada Bapak Lurah Manten Pratno, dan terletak pada ketinggian sekitar 500 m dari permukaan laut. Airnya mengalir kedalam Kali Plered. Kali ini memiliki luncuran air dari besi buatan Belanda yang dualaam buanget, mungkin lebih dari 50 meter panjangnya. Lokasinya di sebelah selatan jembatan depan warung Sadino, sebelum turunan Garung.

Sumber Seneng ada dua, satu sumber berada di sebelah barat lapangan Desa Ngampin, lebih kurang 100 m di belakang rumah Mbah Carik. Seneng. Sumber lainnya yang agak kecil berada di kaki bukit di tepi jalan kampung yang masuk dari sebelah rumah Pak Hardono, lebih kurang 400 m dari jalan raya. Air dari kedua sumber ini mengalir kedalam Kali Seneng (dahulu Dik Basuki dan Dik Senthun pernah berboncengan naik sepeda jatuh masuk ke kali ini di Jembatan Seneng…weleh-weleh, dalam banget lho!).

Kali Plered dan Kali Seneng bersatu membentuk Kali Garung dan bermuara di Kali Torong dan Rawa Pening.

Catatan: peta Ngampin dapat dilihat di www.geocities.com/ngampin

Leave a Reply