Ambarawa dan Desa Ngampin

Ambarawa dan Desa Ngampin

Oleh : R. Dwi Kuntjoro Ganef Purwantomo (Gagan)

Ambarawa terletak di tepi barat laut Rawa Pening, sekitar 38 km sebelah selatan kota Semarang. Dikelilingi beberapa gunung besar (G.Ungaran, G. Merbabu, G. Telomoyo, G. Kelir) dan beberapa bukit (G.Kendalisodo, G. Potro, G. Kendil, G. Gajah), menjadikan kota kecamatan bekas Kawedanan Ambarawa ini seakan tersembunyi di dasar suatu kuali raksasa.

Secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis, titik nol kilometernya terletak pada 7° 15′ 27.8″ LS dan 110° 24′ 19.5″ BT, yaitu di jembatan Kali Panjang dengan ketinggian tempat 500 m diatas permukaan air laut.

Dari segi pariwisata, Ambarawa memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Wisata alam menyajikan pemandangan pegunungan, dengan beberapa tempat menarik seperti Bandungan, Rawa Pening, Bukit Cinta, Candi Gedong Songo, dll. Wisata sejarah tidak kalah menarik dengan dimilikinya beberapa museum seperti Museum Palagan Ambarawa, Museum Benteng Pendem, dan Museum Kereta Api dengan kereta kuno dan rel geriginya. Wisata religius ada Goa Maria di Kerep.

Apabila ingin mencicipi makanan dan minuman, bisa diperoleh makanan khas seperti serabi-Ngampin, tahu campur Pak No, es kombinasi, pecel semanggi, nasi pecel bumbu tumpang Kalipawon dan SD Pangudi Luhur (dekat terminal), atau mampir ke mBintangan-Bawen. Ada juga beberapa makanan khas daerah rawa pening yang saat ini agak susah diperoleh, antara lain jenang cikru yang bahan dasarnya biji buah enceng gondok.

Desa Ngampin

Desa Ngampin terletak paling barat wilayah Kecamatan Ambarawa, berbatasan dengan Kecamatan Jambu. Pusat desa (kantor balai desa) terletak di depan rumah Mbah Tajib, pada titik 7° 15′ 48.8″ LS dan 110° 23′ 17.7″ BT, yaitu tepat 2 km sebelah barat titik nol Ambarawa, atau 40 km dari kota Semarang. Ketinggian pada titik ini adalah 486 m diatas permukaan air laut.

Bentuk fisiografis wilayah Desa Ngampin secara garis besar dapat dibagi dalam 3 bagian; bagian selatan (rel kereta api sampai batas selatan desa) fisiografi datar dengan lereng rata-rata < 3%, dengan penggunaan lahan utama sawah tadah hujan dan irigasi sederhana. Sebagian kecil lahan kering dan kebun campuran.

Bagian tengah (antara rel kereta api dan jalan raya) fisiografi berombak sampai bergelombang dengan lereng 3-15%. Penggunaan lahan utama pemukiman, kebun campuran dan pertanian lahan kering.

Bagian utara (jalan raya sampai batas utara desa), fisiografi bergelombang, berbukit sampai bergunung dengan lereng > 15%. Penggunaan lahan utama pertanian lahan kering di batas utara, serta pemukiman dan kebun campuran di sekitar jalan raya.

Apabila lewat Desa Ngampin, jangan lupa dengan serabi khas Ngampin yang dijual di sepanjang jalan di sekitar balai desa.

Leave a Reply